Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Bismillah akkeq letteqna Alepuq pelliaqna Turang loana Lailaha Illallah."
Bismillah angkat kakinya Alif langkahnya Tutur katanya Lailaha Illallah
FEATURE
Tatkala Apresiasi dan Puisi Mengatmosfere di Tomakaka
SulbarDOTcom - Tatkala Apresiasi dan Puisi Mengatmosfere di Tomakaka


 Penulis
: SALAHUDDIN
 Minggu, 31 Mei 2015 03:27:55  | Dibaca : 1118 kali
 
Sulbar.com - Panggung kecil berukuran 2 x 3 meter dengan desain minimalis karya para mahasiswa sastra semester 6 ini, terlihat elegan berdiri setinggi 50 cm di halaman kampus Unika Majene. Beberapa obor terpasang di sisi kiri dan kanan panggung, juga juntaian bunga dengan tata artistik yang sederhana namun tampak memukau.

Sore tepatnya Sabtu 30 Mei 2015, jam sudah menunjukkan hampir pukul 17.00 wita. Terlihat puluhan mahasiswa dengan kostum hitamnya sibuk lalu lalang di sekitar kampus. “kami akan membaca puisi sebentar” kata salah seorang mahasiswi berbaju hitam dengan jeans biru pekat, di teras kelas tak jauh dari panggung.

Mahasiswa sastra Unika Majene kelas A dan B semester 6 tersebut akan melakukan pembacaan puisi, sebagai tugas final mata kuliah puisi yang berjumlah 3 SKS. “Tentu akan sangat lucu, jika kelak mereka menjadi guru sastra tapi tak pernah membaca dan membuat puisi” kata Rosmadiana Tammalele, salah satu dosen sastra di kampus Unika Majene, yang juga merupakan penggagas dari pembacaan puisi itu. Lanjut Diana sapaan akrab beliau, “Puisi yang akan mereka bacakan secara individu itu, adalah karya mereka sendiri, sedangkan puisi yang dibaca berkelompok nanti, merupakan karya sastrawan terkenal di Indonesia”. Ungkap rosmadiana yang sore itu terlihat kurang sehat, namun tetap bersemangat.

Ada dua dewan juri yang dipercaya memberikan apresiasi karya dari mahasiswa sastra yang kurang lebih berjumlah 50 orang ini. Dahri Dahlan sebagai salah satu dosen sastra di Universitas Mulawarman Kalimantan Timur, dan Salahuddin salah seorang penggiat kesenian yang terbilang cukup aktif menulis puisi, cerpen maupun esay. Selain kedua dewan juri ini, hadir juga salah satu sastrawan dari Bulukumba, Andhika Mappasomba dan beberapa tokoh pemuda seperti As’ad Sattari dan Jamaluddin dari pambusuang.

Pembacaan puisi dimulai pukul 17.15 wita, lalu jeda untuk shalat Magrib dan makan malam bersama di kampus. Mahasiswa terlihat ramai duduk di halaman kampus, sengaja datang untuk menonton pertunjukan pembacaan puisi yang kali pertama di adakan di kampus Unika Majene. Setelah dewan juri dan para mahasiswa penampil makan malam, acara kemudian dilanjutkan, namun sebelumnya ada apresiasi dari Salahuddin, salah satu juri dari pembacaan puisi malam itu.

“Malam ini, kami ada di sini bukan untuk menghakimi dan memvonis karya puisi yang kalian buat. Tentu kami ada disini, tak lain untuk menjadi kawan sharing, tentang mana titik yang perlu diperhatikan, ketika sedang membacakan sebuah puisi. Penjiwaan itu penting, untuk menguatkan isi puisi yang kita bacakan. Vocal yang meliputi intonasi dan artikulasi, juga gerak muka (mimik) dan gestur tubuh pun menjadi titik penting dalam membaca sebuah puisi, karena anda jangan mengabaikan yang mendengar puisi yang anda baca, mereka bagian penting dari puisi yang kalian deklamasikan. Kami berharap, tidak hanya karena tugas ini, kalian akan menulis puisi, melainkan ini merupakan titik awal yang menjadi bagian penting dalam hidup kalian kedepan, bahwa menulis adalah sebuah kebutuhan. Bahwa menulis itu penting, kita menulis karena kita hidup”. Kalimat pembuka yang cukup mendapat apresiasi dari mahasiswa yang dominan perempuan itu.

Andika Mappasomba, yang malam itu diminta memberi apresiasi mengawali dengan membacakan sebuah puisi tentang Mandar. “Ini tempat ketiga setelah saya dari Sidrap kemarin untuk menghadiri acara pembacaan karya sastra. Saya percaya, bahwa mungkin diantara kalian yang membuat dan membacakan puisinya malam ini, ada yang mungkin mengutip ngutip puisi orang lain, yang sesungguhnya itu sebuah kesalahan. Tapi tak apalah, kesalahan itu penting sebagai bagian dari proses anda. Dari sekian puisi yang saya dengar telah dibacakan tadi, terdengar terlalu jauh dari diri anda, kenapa tidak membuat puisi yang dekat dengan kehidupan anda? Itu justru akan membuat anda lebih dalam memahaminya", ungkap Andhika dengan gayanya yang khas. Setelah apresiasi dari Andhika, pembacaan puisi secara berkelompokpun dilanjutkan, dimana setiap kelompok yang tampil terdiri dari 4 (empat) orang. Mereka membacakan puisi dari penyair terkenal seperti Husni Djamaluddin, D Zawawi Imron, dan beberapa penyair lainnya di Indonesia.

Setelah pembacaan puisi secara berkelompok usai, apresiasi terakhir dari Dahri Dahlan yang mengatakan bahwa, “Jika kalian menganggap bahwa puisi itu tidak penting, maka itu sebuah kesalahan besar. Karena dari 50 buku yang dicatat mampu mengubah dunia, termasuk Al Quran dan Injil, lebih dari separuhnya adalah buku-buku sastra. Sehingga menulis dan membaca karya sastra seperti puisi dan sejenisnya adalah sebuah hal yang sangat penting. Apalagi jika kelak anda menjadi seorang guru sastra di sekolah, lalu anda akan mengajarkan cara menulis dan membaca puisi kepada para siswa di sekolah. Namun ternyata anda sendiri tidak pernah melakukan itu, maka itulah adalah dosa yang sungguh luar biasa yang anda lakukan”, Kata Dahri Dahlan yang menutup apresiasinya dengan membacakan sebuah puisi dari Asdar Muis, salah satu sastrawan dari Sulawesi Selatan.
 
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : SALAHUDDIN

Selain aktif sebagai awak redaksi SulbarDOTcom, dirinya juga kini berproses kreatif di Teater Flamboyant Mandar

ARTIKEL TERKAIT
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 524,206

web server monitoring service RSS