Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Boyang sambua di lino Daq dua arriannaq Pitussulapa Pitu pepattoang."
Rumah satu di dunia Dua tiangnya Tujuh sudut Tujuh jendelanya
Kalindaqda Hendaknya Masuk Kurikulum Mulok
SulbarDOTcom - Kalindaqda Hendaknya Masuk Kurikulum Mulok


 Rabu, 3 Juni 2015 23:46:08  | Dibaca : 649 kali
 
Sulbar.com - "Hal yang paling penting hari ini kita seriusi adalah, bagaimana memasukkan sastra Mandar ke dalam kurikulum muatan lokal kita di Mandar-Sulbar. Secara khusus sastra Kalindaqda ini", begitu tutur Murti, S.Pd, guru SMP 1 Sendana dihadapan puluhan peserta bedah draft buku Kalindaqda karya Bakrie Latief di Sendana kemarin sore, Rabu, 3 Juni 2015.

Hal itu terungkap, mengingat kondisi sastra daerah Mandar yang dalam penilaian Murti bernasib kurang baik. Baginya, sastra Mandar idealnya diletakkan ke dalam kurikulum lokal bagi genarasi Mandar, utamanya yang ada di bangku sekolah.

Selain soal kurikulum muatan sastra Mandar, dalam diskusi bedah Kalindaqda yang dipandu langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Majene, budayawan dan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Sulawesi Barat, Drs. Darmansyah dan menghadirkan Suradi Yasil Budayawan Mandar itu, juga terungkap bahwa buku kalindaqda yang dikarang oleh Bakri Latief itu hendaknya direspon baik sebagai sebuah langkah maju bagi peradaban tanah Mandar.

"Saya kira ini penting ditiru semangatnya oleh teman-teman seniman dan pekerja budaya. Untuk juga ikut melahirkan karya dalam bidang apa saja. Utamanya para generasi muda kita", kata Suradi Yasil dalam pengantarnya saat tampil sebagai pembedah utama sore itu.

Pantauan SulbarDOTcom, acara yang digelar pasilitasi oleh Masyarakat Sejarawan Indonesia Sulawesi Barat selain dihadir oleh beberapa tokoh pekerja dan penggiat bahkan pengamat seni budaya Mandar, baik dari Balanipa maupun dari Sendana, dalam acara bedah draft buku itu juga tampak hadir Asisten Satu Pemkab Majene, Rizal Mukhtar dan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Majene.

Dalam pemaparan Suradi, ia menyebutkan bahwa karya kalindaqda yang dibuat Bakri itu, tidaklah boleh lepas dari lisensi puitika yang menjadi kewenangan otonom penulisnya, namun bedah ini dibutuhkan sebagai upaya kritis untuk melihat secara detail latar penulisan hingga kepada pilihan gagasan yang terlontarkan dalam karya kalindaqda ini.

Pada sesi kedua, selain diwarnai dengan apresiasi dari peserta bedah, acara yang digelar di ruang terbuka dan di atas badan jalan rabat beton yang belum tuntas itu juga tidak kurang diwarnai kritikan, utamanya terkait dengan kandungan nilai mistik yang ada dalam karya kalindaqda itu, juga ihwal cara penterjemahannya ke dalam bahasa Indonesia yang bagi peserta dirasa belum begitu mengena.
[YAT/YAT]
 
 

ARTIKEL TERKAIT
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 544,176

web server monitoring service RSS