Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Apa ande di suruga Pewongan di alleqna zikkir Tambottuq Lailaha Illallah."
Apa gerangan santapan di surga Bekalan diperantaran zikir Yang tak pernah putus Kalimat Lailaha Illallah
PERISTIWA
Annangguru Sybli, Wanita Sebagai Tiang Negara
SulbarDOTcom - Annangguru Sybli, Wanita Sebagai Tiang Negara


 Rabu, 17 Juni 2015 04:55:52  | Dibaca : 745 kali
 
Sulbar.com - Konsep pembangunan kemampuan peranan perempuan yang dipergunakan berkembang menjadi pemberdayaan perempuan yang berarti meningkatkan kualitas dan peran perempuan pada semua aspek kehidupan. Baik secara langsung atau tidak langsung melalui penciptaan situasi-situasi yang kondusif sebagai motivator dan akslerasi proses pembangunan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Demikian salah satu benang merah ceramah yang disampaikan oleh Annagguru H. Muhammad Syibli Sahabuddin, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dihadapan jamaah Pengajian Kebangsaan yang digelar di Kelurahan Polewali Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu 13 Juni 2015 lalu.

Dihadapan Jamaah pengajian yang didominasi perempuan itu, Syibli mengatakan, selama ini ada anggapan bahwa kualitas perempuan dalam pembangunan masih sangat rendah, yang menyebabkan peran kaum perempuan tertinggal dalam segala hal.

"Maka untuk mengatasinya diperlukan upaya dan strategi mengintegrasikan gender ke dalam arus pembangunan dengan cara menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan dan menghilangkan faktor kendala yang dihadapi perempuan dalam pembangunan", tutur Sybli.

Syibli juga menyebutkan, pengintegrasian gender ke dalam arus pembangunan agar dihasilkannya suatu identifikasi sejauhmana peranan perempuan dalam pembangunan dewasa ini.

"Ingat, pemerintah telah menempatkan kaum perempuan sebagai partner yang manis bagi pembangunan. Isu gerakan dan pemberdayaan perempuan yang berkembang berkisar dalam suatu pemikiran bahwa perempuan sebagai sumber daya pembangunan", urainya.

Ia menambahkan, wanita tak diragukan lagi memiliki kedudukan khusus dalam tatanan masyarakat Islam. Kedudukan itu amat mulia tidak mengurangi hak-hak mereka juga tidak menjadikan nilai kemanusiaannya rapuh.

"Wanita muslimah di tengah masyarakatnya ditempatkan dalam posisi yang amat mulia. Islam memandang wanita lewat kesadaran terhadap tabiatnya, dimana hakekat risalahnya serta pemahaman terhadap konsekwensi logis dari sepesial kodrat yg dianugerahkan Allah Taala kepadanya", tegas Sybli.
 
Karena itu, menurut Syibli, wanita dalam masyarakat Islam memiliki peranan yg sangat penting tetapi sesuai dgn bingkai yang telah digariskan oleh Islam. Dalam kata lain, peranan itu tidak bertentangan dengan kodratnya sebagi wanita yang dalam susunan biologis dan nilai-nilai kejiwaannya yang berbeda dengan laki-laki. [MRX/MRX]
 
 

ARTIKEL TERKAIT
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 524,214

web server monitoring service RSS