Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Muaq purami di pau Purami di poloa Daq leqba tia Soroq tammappasaqbi"
Bila kita sudah berucap Jika mulut sudah berbincang Jangan sampai mencoba diri Surut menghilang tanpa pamit
PERISTIWA
Kesenian Tradisi Mandar Ikuti Event IAIAF di Malaysia
SulbarDOTcom - Kesenian Tradisi Mandar Ikuti Event IAIAF di Malaysia


 Minggu, 25 Oktober 2015 02:00:17  | Dibaca : 1496 kali
 
Sulbar.com - Duta kesenian kesenian Mandar kembali ambil bagian dalam perhelatan internasional yang berlabel International Aborogine and Indigenous Arts Festival 2015 (IAIAF) yang digelar sejak 23 hingga 26 Oktober 2015 di Malaysia.

Acara IAIAF atau Festival Kesenian Orang Asli dan Perubumi Antar Bangsa 2015 yang digelar kali ini diikuti oleh Indonesia yang diwakili One DO Music Cultural of Mandar yang mengusung Kebudayaan Pakem Pallake Beru-beru Campalagian Kabupaten Polewali Mandar, bersama 17 orang personilnya termasuk pemenang Kaka dan Kandi Mandar Sulawesi Barat.

Selain kesenian Kebudayaan berpakem Pallake dari Mandar, acara berlevel internasional itu juga hadiri oleh beberapa bangsa lain seperti Canada, New Zealand, Cina dan Philipina serta Thailand. Sedang Malaysia sendiri sebagi tuan rumah menghadirkan beberapa komunitas keseniannya yang berasal dari Perak, Selenter, Temuan, Semelai, Sabah serta Serawak.

Sahabuddin Mahganna, sebagai Director Rombongan via Ponsel menyebutkan, kehadirannya pada acara tersebut secara khusus selain difasilitasi oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwasata Provinsi Sulawesi Barat, juga dibantu oleh Syamsul Samad, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Barat.

"Kehadiran kami di acara ini, sungguh tidak lepas dari sentuhan tangan dingin Bapak Syamsul Samad yang telah banyak memberikan kontribusinya sehingga kami bisa diberangkatkan. Tentu saja kami menghaturkan terima kasih banyak kepada beliau yang telah banyak membantu. Sehingga kesenian dari tanah kita, Mandar Sulawesi Barat juga dicatat dan diperhitungkan di tingkat internasional," ujar Sahabuddin.

Syamsul Samad yang dihubungi terpisah menyebutkan, begitu mendapatkan undangan yang dilayangkan pihak penyelenggara IAIAF kepada Sulawesi Barat dirinya langsung memberikan responnya, "begitu pihak duta kesenian Mandar Sulawesi Barat datang kepada saya meminta dipasilitasi, saya langsung memberikan respon, mengingat event ini adalah event internasional yang sayang jika dilewatkan. Karena selain sebagai ajang promosi juga adalah ajang pengukuhan jati diri kita sebagai warga bangsa yang juga memiliki kekayaan khasanah kebudayaan dan kesenian yang patut diperhitungkan negara lain".

Syamsul menyebutkan, kehadiran duta kesenian Sulawesi Barat di ajang tersebut adalah kebanggaan tersendiri yang tidak saja patut diapresiasi, tetapi bahkan harus diseriusi, "tersebab undangan yang dilayangkan pihak panitia kepada kita, itu juga harus diterjemahkan sebagai kepercayaan yang luar biasa dari kebangsaan Malaysia terhadap Indonesia. Makanya begitu undangan datang, saya langsung melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk membantu proses dan teknis pemberangkatan mereka," urainya.

Lebih jauh Syamsul berharap, muncul kesadaran dari semua pihak bahwa kesenian sebagai sub kebudayaan diberikan ruang pengembangannya ke depan, "mengingat anak-anak Mandar Sulbar yang sekarang menjadi duta kesenian di event internasional tersebut kelak akan pulang dengan penghayatan yang lebih luas. Utamanya setelah mereka banyak menimba pengalaman, pengetahuan sebagai bahagian dari upaya komparasi (perbandingan--red) pada bangsa-bangsa lain. Ihwal bagaimana bangsa lain memberikan aksentuasi terhadap khasanah kebudayaan dan kesenian mereka, sehingga layak usung kedalam event yang berskala internasional. Ini adalah kontribusi nyata anak-anak kita yang selama ini telah berproses secara otodidak di Banipa Mandar sehingga mereka layak direkeng dalam kancah kesenian internasional," ujarnya bersemangat.

Ia menyebutkan, selain pihaknya membantu mempasilitasi tim kesenian Mandar Sulbar ke ajang internasional itu, sebelumnya duta kesenian tersebut juga telah diuji tampilkan di Mamuju beberapa waktu yang lalu, "tentu saja kita tidak mau mereka berangkat dengan penampilan yang asal, sehingga jauh hari sebelum berangkat saya minta mereka datang ke Mamuju untuk tampil di acara Partai Demokrat di Mamuju. Dan saat mereka tampil, begitu apik pertujukan yang mereka presentasikan. Sehingga tidak saja layak usung ke tingkat internasional, tetapi juga saat itu pihak manajemen hotel tempat acara, langsung menawari mereka untuk melakukan penandatangan kontrak kerjasama untuk ditampilkan pada ajang-ajang khusus di hotel tempat mereka manggung pertama. Ini adalah bukti bahwa mereka telah bisa bergerak selangkah ke arah industri kreatif kebudayaan dan kesenian," tuturnya.

Hanya sayang, masih menurut Syamsul, pihaknya tidak bisa mendampingi keberangkatan duta kesenian dan kebudayaan Sulawesi Barat itu, tersebab agenda dan schedule yang begitu padat terkait dengan tugas-tugasnya di DPRD Provinsi Sulawesi Barat. "Kita hanya bisa mendoakan mereka, agar kelak bisa pulang membawa nama baik daerah kita ini. Karena semestinya mereka dikawal, namun agenda yang begitu padat membuat saya hanya bisa melakukan komunikasi rutin dengan mereka sepanjang perjalanan mereka ke event tersebut," tandasnya.

Sekedar diketahui Kebudayaan Pakem Pallake dari Mandar Sulawesi Barat sendiri menurut, Muhammad Aslam, salah seorang tim produksinya, via Ponsel menyebutkan, secara khusus mengusung konsep teater arena yang di dalamnya memuat diaroma penyatuan tujuh kerajaan di gunung dan tujuh kerajaan di pesisir.

"Konsep karya yang kita bangun dalam usungan karya Kebudayaan Pakem Palleke kali ini adalah merupakan diaroma penyatuan pitu ulunna salu dan pitu baqbana binanga. Harapan kita, ini menjadi bentuk lain dari upaya kita mempresentasikan sejarah kehebatan penyatuan masa lalu kita dalam bentuk usungan karya gerak tari teater dan musikalitas yang semuanya itu berasal dari kekayaan khasanah kebudayaan kita di tanah Mandar," kata Aslam. [yat/yat]
 
 

ARTIKEL TERKAIT
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
    Catatan :
No Ads, No Spam, No Flood please !
Mohon tidak menulis iklan, spamming dan sejenisnya.
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 634,287

web server monitoring service RSS