Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Diang dalleq mulolongan Daq mu gula-gulai Andiang tu-uq Nasadia-diannaq."
Ada rezeki diperoleh Jangan diroyalkan Sebab tidak akan Selalu ada
ULASAN
Makna Filosofis Telur Pada Peringatan Maulid
SulbarDOTcom - Makna Filosofis Telur Pada Peringatan Maulid


 Penulis
: ABDUL HAKIM MADDA
 Kamis, 24 Desember 2015 10:32:37  | Dibaca : 2443 kali
 
Sulbar.com - Maulid Nabi Muhammad Saw adalah sebuah peringatan untuk mengenang lahirnya Nabi Muhammad Saw. Dalam peringatan Maulid terdapat zikir, shalawat dan puji-pujian terhadap Rasulullah Saw sebagai wujud kecintaan Umat Islam kepada beliau. Peringatan Maulid biasanya identik dengan telur bahkan oleh sebagian besar masyarakat menganggap Peringatan Maulid hambar tanpa kehadiran telur.

Sesungguhnya Telur pada perayaan Maulid yang biasanya dicantel pancangkan pada batang pisang (tiri') memiliki makna Filosofis yang sangat dalam. Diantaranya sebagian orang memaknai telur Maulid yakni, kulit, putih telur dan kuning telur. Kulit artinya iman, putih telur artinya Islam, dan kuning telur artinya ikhsan. Sedangkan tusuk bambu melambangkan adanya kelurusan, kekuatan, keteguhan layaknya Pohon bambu yang tumbuh menjulang tinggi mencontoh sikap Rasulullah Saw yang mulia.

Ada juga yang menganggap Telur Maulid bermakna tiga kualitas hidup pada diri seorang manusia, yakni, pertama kulit telur bermakna panca indera manusia, warna-warni pada telur melambangkan kamuflase kehidupan pada diri manusia. Kedua, putih telur adalah jiwa manusia dan ketiga, kuning telur melambangkan hati manusia yang dalam Al-Qur'an disebut qalbu.

Sementara itu Budayawan Makassar, Sirajuddin Daeng Bantang mengatakan bahwa Telur Maulid melambang tiga lapis tingkatan pada diri manusia, yakni fisik, jiwa dan ruh. Bambu yang menancap adalah simbol hubungan vertikal seorang hamba (manusia) dengan tuhannya "hablunminallah" yang harus dilalui pada jalan "sirathalmustaqim". Keadaan lurus pada bambu menggambarkan pada seluruh sikap-sikap luhur yang harus ada pada diri manusia seperti kejujuran, amanah, tulus, ikhlas yang harus mewarnai tiga lapis ke dalam diri manusia sehingga mampu menyeimbangkan diri manusia dari hablunminannas ke hablunminallah. Wallahu a'lam.
 
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : ABDUL HAKIM MADDA

Mantan Ketua Umum PMII Cabang Makassar, saat ini dipercaya sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Mamuju Utara Sulbar

ARTIKEL TERKAIT
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 563,431

web server monitoring service RSS