Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Mesa kada dipatua, pantang kada dipomate"
Berpegang teguh pada satu kata, ingkar janji taruhannya adalah nyawa
PERISTIWA
Maulid, Ini Pesan Ketua DPRD untuk Tokoh Agama di Mamuju
SulbarDOTcom - Maulid, Ini Pesan Ketua DPRD untuk Tokoh Agama di Mamuju


 Penulis
: LISA SARI DEWI
 Kamis, 24 Desember 2015 22:45:58  | Dibaca : 482 kali
 
Sulbar.com -
Memasuki penghujung tahun 2015 ini terdapat momentum yang disakralkan bagi umat muslim di seluruh pelosok nusantara bahkan di dunia. Betapa tidak, dibulan penutup tahun masehi ini, jika dicocokkan pada perhitungan kalender hijriyah bertepatan dengan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam (SAW). Manusia yang diagungkan oleh umat muslim sedunia.

Secara khusus di Indonesia model peringatan yang digelar pun berbeda-beda. Mulai dari pembuatan tumpeng, ritual pembacaan kitab Barzanji hingga pemajangan telur dengan berbagai modifikasinya. Tentu dengan mengikuti sederet perkembangan variasi kreatif dari si konseptornya.

Kendati demikian, peringatan hari kelahiran yang akrab disebut maulid nabi itu, masih tetap menjadi konsumsi hangat di meje-meja perdebatan publik. Mulai dari kelas warkop hingga ke lesehan-lesehan yang bertaburan dalam kampus atau perguruan tinggi.

Untuk menghindari hal-hal yang diinginkan akibat perdebatan-perdebatan tersebut, Ketua DPRD Mamuju Sitti Suraidah Suhardi punya cara menarik. Disaat menyampaikan sambutannya pada perayaan maulid yang digelar pengurus masjid Nurul Hikmah Simboro Mamuju, Dia menghimbau kepada segenap tokoh agama untuk menyerukan peringatan maulid merupakan hal penting untuk dilakukan.

“Kepada para tokoh agama saya minta untuk membantu menyampaikan kepada masyarakat kita bahwa peringatan terhadap hari kelahiran Nabi Muhammad itu tetap penting. Ini bukan persoalan salah atau benar. Tetapi jika terjadi perbedaan pandangan jangan justru yang ditimbulkan menjadi saling menuding, saling menyalahkan bahkan saling mengkafirkan, naudzubillah,” katanya Kamis (24/12/2015) siang.

Dia menegaskan, secara khusus kepada tokoh agama agar menyampaikan pesan-pesan spiritual yang dapat meneduhkan. Bukan pesan yang menyudutkan. Apalagi pesan yang dapat menyulut perbedaan hingga kesan yang muncul adalah saling mencari pembenaran demi kekuatan posisi argumen yang dibangun.

“Saya pikir, peringatan hari kelahiran Nabi adalah bentuk ekspresi kecintaan dan kerinduan kita kepada Nabi Muhammad. Kita berharap, perjalanan keber-agama-an kita tidak hanya diramaikan dengan perdebatan dekonstruktif yang saling menyudutkan satu sama lain. Tetapi saling mengisi satu sama lain. Kita tetap tak dapat menutup mata jika perdebatan itu ada asalkan memang dibangun dengan kosntruksi tuntutan dan amanah ilmiah. Bukan karena ego sektoral yang ingin dibangun demi posisi sekelompok golongan,” tegasnya.

Menurutnya, ekspresi kecintaan hamba Tuhan pada Nabinya mesti menjadi ruh keteduhan yang melingkupi dalam kehidupan sosial. “Alangkah indahnya, jika ekspresi kecintaan kita pada Nabi Agung, Nabi Muhammad SAW dapat dirasakan sekaligus sebagai ruh keteduhan dalam dimensi hubungan sosial kita ditengah kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Olehnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad yang dirangkaian dengan kegiatan khatam Al-Quran itu pun kata Dia, mestinya jadi spirit awal sebagai wahana edukasi memahami agama sejak dini. “Ini kita sudah memiliki starting point yang baik untuk masa depan anak-anak kita. Masa depan keber-agama-an kita di daerah ini. Sisa bagaimana kita mengawal agar anak-anak kita yang ada di sini tetap konsisten untuk mengembangkan ilmu pengetahuannya dibidang agama. Agar kelak mereka mampu memahami agama secara komprehensif. Tidak secara parsial. Dan tanggung jawab terhadap kesadaran spiritualnya tak cukup jika hanya didesain dari lembaga pendidikan sebatas di sekolahnya saja. Tetapi juga termasuk didalamnya bagaimana keluarga mendesain iklim kesadaran spiritual itu sendiri,” kuncinya.
 
Tag : mamuju
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : LISA SARI DEWI

Selain aktif sebagai awak redaksi SulbarDOTcom, dirinya juga bergiat sebagai photographer freelance dan tim kreatif event organizer

ARTIKEL TERKAIT
Dinsos Sulbar Gelar Konvensi Keserasian Sosial Daerah
Unasman Bertekad Jadi Kampus Penjaga Peradaban Mandar
Sidang Ajudikasi Pertama Komisi Informasi Sulawesi Barat
Dinsos Sulbar, Dilaporkan ke Ombudsman Sulbar
Jelang Musda, Kalma Dipertemukan dengan Ipar SBY
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
    Catatan :
No Ads, No Spam, No Flood please !
Mohon tidak menulis iklan, spamming dan sejenisnya.
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004 ...

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 605,267

web server monitoring service RSS