Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Usurung mallete lembong Matindo manu-manu Maq ayumai Dalle pole dipuang."
Walau harus menyeberangi lautan Tidur laksana burung Demi berikhtiar/berusaha Rezeki dari Yang Maha Kuasa
SOSOK
Segenggam Cinta dari Ibu, Mengenal lebih dekat Enny Anggraeni Anwar
SulbarDOTcom - Segenggam Cinta dari Ibu, Mengenal lebih dekat Enny Anggraeni Anwar
Hj. Enny Anggraeni Anwar Adnan Saleh

 Penulis
: SURYANANDA
 Minggu, 10 April 2016 13:19:48  | Dibaca : 3303 kali
 
Sulbar.com - "Perempuan adalah tiang negara, Jika perempuan baik, maka negara itu akan baik. Dan jika perempuan rusak, maka negara itu akan ikut rusak"

Penggalan kalimat tersebut menggambarkan betapa sosok perempuan dianggap vital bagi kokohnya sebuah negara. Bagaimana mungkin bangsa Indonesia akan mencoba menafikan peran perempuan, padahal negara ini tidak lepas dari gejolak politik dan demokrasi yang menjadikan wanita sebagai pilar negara.

Mengapa demikian? karena sosok perempuanlah yang melindungi dan mendidik calon-calon pemimpin bangsa. Pendidikan pertama bagi generasi bangsa diperoleh dari sosok seorang Ibu (perempuan-red), karenanya perempuan mengemban peran dan amanat yang begitu terhormat dan istimewa.

Kemerdekaan Bangsa Indonesia juga tidak luput dari peran dan kontribusi dari para pahlawan perempuan seperti Cut Nyak Dien, Cut Nyak Meuthia, Raden Ajeng Kartini, dan lain-lain. Sementara di Sulawesi Barat, seorang maestro perempuan di tanah Mandar yakni Hj. Andi Depu berjuang dengan memimpin pasukan Kris Muda melawan penjajah Belanda. Karenanya Hj. Andi Depu sebagai Pahlawan Nasional mendapatkan penghargaan bintang Mahaputra dari Presiden Soekarno.

Dan jika membincang konteks Sulawesi Barat hari ini, tentu saja tokoh kepemimpinan perempuan menjadi sebuah keyakinan masyarakat bahwa estafet kepemimpinan tidak akan terputus begitu saja.

Nah, jika menyoal kepemimpinan perempuan tak adil rasanya jika ikut abai pada sosok Hj. Enny Anngraeni Anwar, yang hari ini cukup familiar dan menjadi buah bibir masyarakat Sulawesi Barat.

Mengupas sekelumit sepak terjangnya tidak cukup hanya sekedar mendengar, tetapi tentu saja elok jika mencoba melangkah untuk mengenal lebih dekat sosok Hj. Enny Anggraeni Anwar.

Biografi Singkat

Di kota kelahiran Presiden RI yang ke-tiga, tangis pertama keluar dari bayi perempuan yang memecah kesunyian malam. Di tengah haru bahagia keluarga yang menanti beraduk rasa gelisah namun berujung kegembiraan dengan lahirnya seorang bayi perempuan yang kelak menjadi tokoh perempuan. Dialah yang kemudian oleh ayahnya seorang panglima TNI memberinya nama “Enny Anggraeni”.
 
Tak pernah terduga sebelumnya, di detak-detik awal kisah hidupnya dimulai, ternyata Tuhan mempunyai rencana yang luar biasa. Berselang waktu kemudian hingga masa ideal menikah, rupanya rencana Tuhan itu adalah sosok Enny kelak menjadi pendamping setia seorang Gubernur Sulawesi Barat yang tidak saja sebagai gubernur pertama, namun juga gubernur yang sebagai tokoh visioner dan bapak pembangunan H. Anwar Adnan Saleh.
 
Tak terhapus masa, dialah Hj. Enny Anggraeni Anwar seorang ibu yang lahir di Pare-pare, saat almanak waktu menunjukkan angka 9 April 1956. Dedikasinya tak hanya menjadi seorang istri, tetapi mendampingi Anwar dalam meniti perjuangan pembentukan Sulawesi Barat hingga pada proses membangunnya. Dedikasi ini pun tak hanya di rumah tangga dan seabrek tugas kedinasan dalam mendampingi seorang gubernur, tetapi dia pun mengambil peran publik sebagai Anggota Komis IX DPR-RI Periode 2014-2019 dari Partai Golongan Karya mewakili Daerah Pemilihan Provinsi Sulawesi Barat.

Jika berbicara rentetan karirnya, sangatlah sederhana. Memimpin beberapa organ-organ komoditi dan kemasyarakatan adalah kiprah dari sosok Enny Anggraeni Anwar, sebut saja Direktur PT Bina Karya Persada, Direktur Keuangan Persada Group dan kini sebagai Anggota DPR RI (2014-Sekarang).

Kepiawaian Enny sudah tidak diragukan lagi, tak cukup hanya sekedar menghitung banyaknya aktivitas sosial yang bergerak membantu masyarakat, diantaranya Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Barat periode 2013-2018, Ketua Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) tahun 2011-2016, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Keluarga Sejahtera (TP PKK) tahun 2006-2016 yang diganjar dengan mendapatkan penghargaan di Bidang Kesehatan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. Nila F. Moeloek SP.M (K) pada tahun 2015 di Jakarta.

Bukan tanpa alasan, Bunda Enny, sapaan akrabnya, sosoknya sebagai istri dari Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh yang telah dikarunia dua orang anak yaitu Deti Damayanti Anwar dan Raditya Adimas Anwar. Sebagai seorang ibu, dia senantiasa membumikan petuah Mandar menjadi motivasi gagasan dan nilai-nilai akhlak terhadap semua orang, termasuk petuah yang mengatakan bahwa “Innai-inna mandundu uwainna To Mandar, Mandar mi tu’u”(Maka Mandarlah).

Meskipun dirinya tak lahir di Mandar, namun dia melakoni peran dan tanggung jawab istri terhadap suami dengan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Mandar dalam bersikap dan bertindak sebagai seorang perempuan Mandar Malaqbiq sehingga dia disegani oleh setiap orang dan rekan-rekannya.
Sebagai seorang istri yang taat dan patuh, Bunda Enny selalu setia mendampingi sang suami dalam setiap proses perjuangannya dalam mengabdikan diri di masyarakat termasuk ketika ikut serta bersama suami dalam memperjuangkan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat.

Perlu dipahami secara mendalam, sedikit banyaknya ibu dalam keluarga yang memikul sejuta peran penting yang tidak dapat dianggap remeh. Dengan penuh cinta yang digenggamnya, sederet pekerjaan rumah tangga/peran domestic dan peran public dalam mendampingi suami menjadikannya sebagai sosok perempuan tangguh. Dalam memenuhi kebutuhan keluarga, seorang ibu mengemban tugas sebagai manajer, guru, perawat, akuntan, desain interior, chef dan lain-lain. Dengan demikian, ibu mempunyai multi peran yang mengintegrasikan berbagai karakter dalam keluarga untuk membentuk keutuhan keluarga yang sakinah.

Ibu sebagai pendidik dalam keluarga, mengajarkan hal-hal rumit dengan cara kesederhanaan, melatih, membimbing, dan memberikan teladan yang akan membentuk karakter anak-anaknya. Tentu saja konsep Siwali Parriq di tanah Mandar tak akan lengkap tanpa seorang ibu. Artinya bahwa, bukan lagi sebuah rahasia, sosok Enny telah mampu memapah tanggung jawabnya itu. Bunda Enny adalah sosok perempuan hebat di belakang sang suami yang turut memberikan semangat, saran dan motivasi dari manis pahitnya perjuangan seorang Anwar.

Hingga, rasanya memang tidak berlebihan jika pepatah bijak mendendangkan bahwa dibalik kesuksesan Anwar Adnan Saleh dalam memimpin Sulawesi Barat, terdapat sosok Enny Anggraeni di belakangnya. Bahkan tak segan, BJ. Habibie mengatakan “Di balik kesuksesan seorang tokoh, selalu tersembunyi peran dua perempuan, yaitu ibu dan istri”. Para ulama bahkan memberi khias bahwa “kesuksesan seorang suami karena ada seorang istri yang membantunya menapaki jalan kesuksesan itu”. Majunya pembangunan Provinsi Sulawesi Barat saat ini tentunya tidak lepas dari motivasi Enny terhadap suaminya (Anwar) dalam upaya membangun kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.

Hal itu terbukti atas keberhasilan suaminya menjabat Gubernur Sulawesi Barat hingga dua periode. Enny begitu paham bagaimana manis pahitnya perjuangan Anwar, hingga perjuangannya kemudian tak cukup sampai di sini, perjuangan itu harus dilanjutkan, cita-cita luhur pembentukan Sulawesi Barat sewajarnya diteruskan oleh sosok yang memahami dan berperan serta dalam proses-proses pembentukan provinsi ini. Ya oleh Dia yang memiliki potensi menjawab tantangan tumbuh kembangnya provinsi Sulawesi Barat.

Jika Sulawesi Barat adalah perahu maka nahkodanya adalah Enny Anggraeni Anwar Adnan Saleh. Dan jika dulu Hj. Andi Depu berjuang memerdekakan Republik Indonesia dari penjajah, maka Hj. Enny Anggraeni Anwar akan berjuang meneruskan pembangunan Sulawesi Barat. Salam perjuangan... Lanjutkan...!!!

Akhisnya, selamat ulang tahun Bunda, senantiasalah mengejewantahkan nilai-nilai perjuangan sebagai seorang perempuan Malaqbi di tanah atau banua yang Malaqbi.
 
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : SURYANANDA

Selain aktif sebagai awak redaksi SulbarDOTcom, mahasiswa Program Pasca Sarjana Unas Jakarta Prodi Ilmu Politik ini, juga dikenal aktif dalam dunia pergerakan

ARTIKEL TERKAIT
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
    Catatan :
No Ads, No Spam, No Flood please !
Mohon tidak menulis iklan, spamming dan sejenisnya.
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 599,302

web server monitoring service RSS