Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Inggai para sumobal Sipandalle-dalleang Andiang dalle Itamo sipodalle"
Marilah kita sma berlayar Sama mengadu nasib Tiada untung dan rezeki Kiranya kitalah saling menerima rezeki
ULASAN
Kelahiran Pancasila dan Lahirnya Generasi Bangsaku
SulbarDOTcom - Kelahiran Pancasila dan Lahirnya Generasi Bangsaku


 Penulis
: NASRUL MASSE
 Sabtu, 3 Juni 2017 21:36:20  | Dibaca : 142 kali
 
Sulbar.com - Sebuah momen sejarah bangsa Indonesia yang kemudian menjadi trendsetter di banyak media sosial tepat saat kalender penanggalan menunjuk angka 1 Juni 2017. Ya, hari lahir falsafah bangsa diatas negara yang dikenal sebagai negara majemuk, negara yang kaya akan keberagaman, suku, agama dan ras.

Kemudian dituangkan dalam sebuah landasan dalam bernegara. Itulah Pancasila yang menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang masih kokoh, meskipun segelintir orang terus merongrongnya, Pancasila yang tidak lekang oleh zaman.

Sebuah pedoman dasar negara yang sudah final dalam bernegara dan berbangsa. Tepatnya 1 Juni 1945, presiden Soekarno dalam sebuah pidatonya menyebutkan tentang nama dan konsep Pancasila sebagai ideologi dasar negara. Kala itu menjadi langkah baru bagi sejarah peradaban bangsa Indonesia untuk menjadi negara yang lengkap diatas konsep asas ketuhanan dan kemanusiaan.

Dihari bersejarah itulah lahir seorang manusia yang dipundaknya akan membawa spirit perjuangan kepada para pendiri bangsa ini. Yang diharapkan mampu menelaah nilai-bilai rasa kemanusiaan diatas semua golongan. Menjadi pembeda terhadap karut marutnya sebuah sistem yang telah dipertontonkan oleh generasi sebelumnya pra dan pasca era reformasi.

Kamis, Pukul 12.00 wita, 1 Juni 2017. Tepat di bulan ramdan, disaat adzan berkumandang, lahir seorang anak laki-laki yang tangisannya seakan menjadi pertanda jika ia dan tuhannya telah sepakat dalam sebuah perjanjian untuk hadir di atas dunia. Sebuah tangisan awal kehidupan seorang anak manusia.

Anak yang terlahir dari latar belakang bapaknya yang seorang nelayan dan ibunya yang lahir dari kalangan petani dan pedagang hasil bumi yang kemudian diikat dengan pertalian hubungan keluarga. Cukup kontras memang, terlebih jika ditilik dalam aspek strata sosial. Namun hal itu tidak berlaku bagi seorang anak yang terlahir dari kesucian.

Dialah harapan baru, yang harus menjadi salah satu dari sekian ratusan jiwa warga negara yang akan menjadi penegak demokrasi dan demi keutuhan NKRI. Mengemban amanah, baik secara personal, keluarga, kelompok maupun dalam bernegara. Seorang bayi yang juga tak lain adalah duplikat dari kedua orang tuanya. Seorang manusia kelak yang akan menjadi pembeda.

Nak! babak baru telah dimulai, engkau bagaikan kertas kosong yang akan dipenuhi dengan coretan dunia. Hitam putih akan engkau lalui

Nak! kelak engkau akan bertumbuh dewasa, engkau akan menemui berbagai macam rupa manusia, merekalah yang akan mengajarimu dari berbagai sudut pandang pengetahuan.

Nak! bapak istirahat dulu, tidurlah dalam balutan selimutmu yang hangat, karena esok bapakmu akan memasuki masa yang berbeda sebelum engkau terlahir.

Terimalah catatan sawi lopi ini yang juga adalah bapakmu. Semoga catatan ini adalah sejarah yang tertoreh di hari kelahiranmu. Kelahiran yang mengharuskanku untuk mengucapkan selamat pada dua momentum. Selamat kelahiranmu di ramadan dan selamat kepada negeri kita di hari lahirnya Pancasila ideologi kita bersama nak.

Camkan satu hal, bapakmu memang kini belum mampu untuk membelikanmu kereta bayi juga pernak pernik bayi yang mahal dan yang biasanya terbeli oleh meraka yang mapan secara kapital. Tetapi bacalah tulisan ini kelak, bahwa catatan ini sungguh berangkat dari kesungguhan bapakmu yang akan serius belajar menjadi ayah bagimu. 
 
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : NASRUL MASSE

Selain aktif sebagai awak redaksi SulbarDOTcom, dirinya juga banyak terlibat dalam beragam program penguatan kapasitas masyarakat

ARTIKEL TERKAIT
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
    Catatan :
No Ads, No Spam, No Flood please !
Mohon tidak menulis iklan, spamming dan sejenisnya.
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 599,304

web server monitoring service RSS