Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Menangi kaccang tunggara Menangi na sumobal Tanda mokau Tuali di lolangan."
Semakin kencang angin tenggara Semakin layar terkembang Suatu pertanda pantang mundur Balik surut dari samudera luas
ULASAN
Onde-onde, Makanan Khas Mandar Asyik Saat Berbuka
SulbarDOTcom - Onde-onde, Makanan Khas Mandar Asyik Saat Berbuka


 Penulis
: NASRUL MASSE
 Minggu, 11 Juni 2017 23:25:13  | Dibaca : 117 kali
 
Sulbar.com - Makanan yang satu ini sudah tidak asing lagi di lidah orang Mandar Sulawesi Barat. Untuk mendengar namanya saja, pasti kita akan langsung tertuju pada sebuah bentuk makanan dengan ciri bulat-bulat kecil. Ya, makanan itu bernama onde-onde yang kemunculannya menjadi lebih sering saat bulan ramdan.

Bentuk makanan ini cukup unik dan sederhana. Bentuknya yang bulat kecil, dibaluti parutan kelapa, di tengah-tengah adonan terdapat gula merah yang membuat lidah seakan ikut bergoyang saat gigitan pertama. Nikmatnya santapan buka puasa akan semakin terasa ketika ditemani secangkir kopi.

Konon, dari cerita orang tua kita dulu, mengatakan jika pembuatan onde-onde yang satu ini, membuat orang Jepan terperangah dan keheranan asal usul pembuatannya. Mereka bertanya-tanya, bagaimana mungkin makanan seperti ini ditengah-tengahnya bisa terdapat gula, padahal tidak ada lubang adonan yang bisa dilalui untuk memasukkan gula kedalamnya?. Kebenaran cerita itu, allahu alam. Mungkin saking enaknya sehingga orang-orang dulu membuat cerita seperti itu.

Kembali dari proses pembuatannya, cukup menyediakan beras ketan, gula merah dan parutan kelapa. Pertama beras ketan dicampur air hangat secukupnya, kemudian diaduk sampai berbentuk adonan, lalu dibentuk dengan model kepang dan kemudian diisi dengan gula merah yang sudah ditumbuk seperti dadu. Lalu dibulatkan dan direbus ke dalam air mendidih selama 10 menit sampai 15 menit. Ketika bulatannya sudah mengapung berarti onde-ondenya telah masak dan siap dilumuri parutan kelapa. Lebih nikmat jika menggunakan parutan kelapa muda.

Biasanya, kemunculan makanan tradisional yang satu ini pada saat ramadan. Menjadi santapan utama saat berbuka, kemudian di lanjutkan pada saat selesai shalat tarwih. Hampir tidak ada yang menyangkal akan kelezatannya, dari tua, dewasa, hingga anak-anak begitu menikimati lezatnya makanan yang melegenda ini. Makanan yang cukup nyentrik nan sederhana namun tidak pernah tergerus oleh perkembangan zaman.

Seiring banyaknya bermunculan jenis makanan yang dijual di pasar atau di toko-toko kue dan roti, entah itu makanan olahan pabrik atau tangan manusia, onde-onde masih mampu bertahan dan tampil dengan rasa manisnya yang khas. Bahkan masih berada di urutan teratas untuk kategori makanan yang diganrungi masyarakat saat berbuka.

Meskipun di beberapa daerah juga terdapat makanan yang mirip dengan onde-onde, entah apa penamaannya? Onde-onde makanan tradsional Mandar mempunyai rasa khas yang menjadi pembeda dengan jenis onde-onde di daerah lainnya.

Onde-onde tidak akan tergeser dari kepungan makanan modern, sebab orang Mandar lebih doyan makanan lokal yang manis-manis, seperti masyarakat Mandar yang dikenal manis-manis. Manis tutur katanya, manis perbuatannya, dan manis adabnya. 
 
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : NASRUL MASSE

Selain aktif sebagai awak redaksi SulbarDOTcom, dirinya juga banyak terlibat dalam beragam program penguatan kapasitas masyarakat

ARTIKEL TERKAIT
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
    Catatan :
No Ads, No Spam, No Flood please !
Mohon tidak menulis iklan, spamming dan sejenisnya.
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 599,285

web server monitoring service RSS