Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ] [ Maps ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Muaq tongano muane Pattandai mo-oq galung Nadiengei Sipettombangan cera."
Bila anda betul pahlawan Tunjukkanlah lokasi dan lapangan Akan di tempati Sama bergelimang di telaga darah
CERPEN
BIE
SulbarDOTcom - BIE
BIE - Ilustrasi

 Penulis / Editor : Mr. Puang
 Selasa, 7 November 2017 22:03:49  | Dibaca : 125 kali
 
Sulbar.com - Perkenalkan nama saya Bie, saya biasa dipanggil Bi oleh keluarga dan teman2 saya, saya adalah anak desa di salah satu kabupaten di sulawesi barat, polewali mandar namanya.

Culture pedesaan yang melekat kental, seperti menghargai orang yang lebih tua, polos, dan juga gaptek mewarnai diri saya dari kanak2 hingga menginjak kelas 3 SMA.
Orang tua yang bekerja sebagai petani, merupakan salah satu sentral pendidikan karakter saya, culture petani yang pekerja keras, sabar, dan juga komitmen pula yang mewarnai diri ini.

Di akhir2 masa ABG (SMA), pernah saya bercanda, dengan menceritakan cita2 saya yang ingin menjadi seorang Profesor, ilmuan ternama kepada mamak saya, dengan latar pemandangan ditengah sawah di hamparan padi yang menguning dan belum disangking, dan dipersaksikan rumput ilalang yang melenggok lenggok diterpa angin, tawa kecil disertai senyuman diakhir, mengembang di wajah wanita yang melahirkanku, seraya berkata.
"oooh mau qi kuliah nak?"

Mendengar jawaban dari mamakku, membuat diriku ini terperanjat dari tempat dudukku, karena pertanyaan itu sebenarnya hanyalah sebuah guyonan semata, meskipun ada niat untuk itu, hingga pada akhirnya ku jawab pertanyaan itu dengan polos.

"iyye mak" singkatku, "iyya pale nak...kuliah maqi" jawab mamak ku singkat pula.

Aku benar benar tahu, kalau dana dari ke 2 orang tua ku yang bekerja seorang petani itu, tak akan mencukupi, namun karena niatannya untuk menyekolahkanku begitu besar, apalagi aku ini anak tunggal, ia rela berhutang kesana kemari untuk menyekolahkanku, sebab ia yakin, anaknya tak akan mengikuti jalannya, ia ingin anaknya lebih baik.
Maka, singkat cerita, kuliahlah aku disalah satu PTN di Makassar, dalam pikiranku, kuliah itu ditiap harinya akan ada hal menarik dalam kancah intelektual, seperti contohnya, diskusi, debat, lomba2, seminar2 dan lain sebagainya, namun pemikiran yang telah kubangun itu runtuh, melihat teman2ku kebanyakan Apatis terhadap pendidikan, Hedonis, bahkan ada yang materialis.

Hal itu sebenarnya dapat kuhindari, namun karena efek dari teman2ku yg begitu besar, aku akhirnya tumbang, aku terseret ke zona itu. Aku tak peduli lagi dengan kuliah, dan bahkan sering kali bolos untuk pergi jalan2 dengan ajakan teman2ku, aku sering boros dengan membeli sesuatu yg sebenarnya tidak aku butuhkan, dan aku Apatis terhadap diriku, aku jarang sholat dan lain sebagainya.

Hingga, terjadi suatu peristiwa, dimana Bi melihat seorang laki2 tua, buta duduk mengemis disalah satu pinggir toko di Makassar. Bi ternyata masih ada rasa ibanya, ia pun menyodorkan uang receh kepada pengemis itu.

Tak seperti temannya yg langsung pergi, bi mendengar suara hatinya yang berbicara bahwa ia harus duduk disitu, berbicara dengan laki2 itu, maka bi pun mengikuti hatinya. Ia duduk, bercerita bersama laki2 tua itu, meninggalkan teman2x yang sudah jauh meninggalkan.

Bi:" pak...kenapa qi mengemis?" Tanya bi penasaran.
Pengemis : "saya mengemis, karna saya tak punya pekerjaan nak, dan saya tdak memiliki keluarga lagi" jawab pengemis tua yg buta itu.
Bi:" memang kenapa dengan keluarga bapak?" tanyanya
Pengemis: "dulu memang saya mempunyai seorang anak laki2 nak, ia yang mengurusi saya diMakassar ini, ia seorang mahasiswa juga...anak seorang mahasiswa??" tanya pengemis itu
Bi:" ohh...iyaa saya mahasiswa"
Pengemis: ohh...anak saya itu hilang nak, tidak tahu kemana...saya sedihh nak, sedih sekali" terlihat air mata sang pengemis buata itu menetes tatkala berbicara
Melihat kesedihan mulai menyelimuti pengemis itu, bi langsung saja memotong pembicaraan pengemis itu.
Bi: "anak bapak insayllah datang pak...saya doakan ia akan datang" tegas bi.

Dalam kondisi itu, bi langsung tersentuh relung hatinya, ia mengingat kembali orang tuanya dikampung, ia merasa seperti anak pengemis itu, ia menghilang dari khitahnya "berPendidikan" dan malah mementingkan egonya, ia seperti telah keliru bahkan salah memilih jalan, dan menghilang.

Bi yang tercerahkan itu pun pamit ke pada pengemis tua itu, dan langsung menuju ke Kos nya, ia merenungi kesalahan2 yang ia telah lakukan, disudut kamarnya, ia mengingat surat dari mamaknya si Sulbar yang terletak di bilik lemarinya, maka dengan cepat ia pun mencarinya, dan seketika, ditangnnya telah berada kertas lusuh yang sobek bagian pinggir, bertulis tangan orang yang paling ia sayang. MAMAKNYA.

"Bi...kamu sekarang sudah kuliah nak....
Pesan mama, janganlah kamu boros boros di sana....belilah yang kamu perlu saja...
Dan carilah teman yang baik baik, jangan lupa sholat juga nak....
Disini mamak terus mendoakanmu.

Dari mamakmu di Sulbar"
Seketika itupun, anak lelaki yang hedonis, apatis dan juga materialistis yang tersesat itu pun meneteskan air mata layaknya seorang bayi yg baru dilahirkan, ia sadar betul, bahwa apa yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan, dan kesalahn itu harus cepat2 ia perbaiki.

Bi pun kemudian mengambil Handphonenya dan menelepon ke Sulbar ke MAMAKNYA yang ia sangat sayangi.

Kringgg.....kringg....
Mamak: "Halo...Bie...kenapa baru nelpon nak?"
Bi: "iyye mak...bi minta maaf"
Mamak: "kenapa kamu menangis? Ada apa bie???" terdengar suara mamak bi terkejut risau mendengar suara anaknya parau.
Bie: " bi minta maaf mak...atas apa yang bi lakukan selama ini, pokoknya bi minta maaf mak" berkata bi sambil tersedu sedu.
Mamak:" iyya nak....saya maafkan kamu"
Dan ternyata disini, kontak batin antara anak dan ibu terjalin, mamak bie tak mempertanyakan kenapa bi menangis, karna mamak bi seakan tahu apa permasalahn bi....ia tersesat, namun sekarang ia telah kembali.
Bi:"terima kasih mak...usayanggi sannal o mak, barakka ta mak..."
Mamak:" iyye nak..."
Bi: "assalamualaikum"
Mamak: " waalaikum salam"...

Dari percakapan singkat itu, bi seakan terlahir kembali dari dunia yang kelam, ia sadar tujuan dan cita citanya kembali.
Hari hari selanjutnyapun ia jalani dengan positif, hal2 yg berbau negatif ia mulai tinggalkan, teman2x yang telah membimbingnya ke jalan salah itu mulai ia jauhi dengan cara kesopanan tentunya.

Ia kembali meniti hari, dan sekarang bi telah menginjak semester 5, bi yang dulu pemalas, suka bolos, dan kurang aktif, mulai berubah sikapnya, ia aktif dikelas sekarang, bahkan menjadi diberi amanah menjadi Ketua di jurusannya, ia bak kupu2, yang dahulu berbentuk ulat yang menjijikan dan menggelikan, berubah menjadi kupu kupu yang indah dan enak dipandang.

Bi telah sadar, sadar bahwa memang pengaruh dari luar diri adalah momok yang sangt menakutkan, dan juga merupakan kekuatan yang tak tertandingi, dan disinilah kita memilih.....!!!

Pesan dari bie seorang pemuda Sulbar "PILIHLAH!!!! Menjadi abu, atau menjadi berlian."

Akhirul kalam, jazakumullah...
Wallahul muafiq ilaa aqwamieth tarikh...
Summa Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

#03:40
#Polewali, Jumat/3/11/2017
#MuhammadWahyuHidayat

Source Picture: https://www.flickr.com/photos/teguh_ardiansyah/11646696534

 
Tag : polman
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : Mr. Puang

Selain aktif menulis dan mencatat di SulbarDOTcom, dirinya juga dikenal sebagai pecinta informasi dan teknologi, programmer dan pengembang sistem informasi - www.puang.com

ARTIKEL TERKAIT
Sulbar Menjadi Provinsi Setelah Unasman Syarat Pemekarannya
Amperak Nilai, Ironis Lokasi Masjid Merdeka Dijadikan RTH
Melalui Musda, Azis Gozal Ketuai Muhammadiyah Polman
PHBI Gelar Lomba Bedug Gebyar Ramadan di Wonomulyo
70 Mahasiswa Fisip Unasman Bakal Jadi Sarjana
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
    Catatan :
No Ads, No Spam, No Flood please !
Mohon tidak menulis iklan, spamming dan sejenisnya.
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 661,350

web server monitoring service RSS