Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ] [ Maps ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Na tama di Balanipa, maindang kedo puang, naupokedoi naung molimbo limbo"
Saya akan ke Balanipa, meminjam/memeperhatikan tegur sapa yang sopan, gerak langkah yang santun, demi kucontohi, kuikuti untuk menghadiri acara-acara resmi
FEATURE
Latihan Jurnalistik! Menggugah semangat mahasiswa dalam rutinitas keabadian
SulbarDOTcom - Latihan Jurnalistik! Menggugah semangat mahasiswa dalam rutinitas keabadian
Pelatihan Jurnalis BEM Unasman

 Penulis
: MUH WAHYU HIDAYAT
 Minggu, 19 November 2017 20:06:20  | Dibaca : 153 kali
 
Sulbar.com - Jurnalistik, adalah sebuah rutinitas ke-abadian, mungkin itu salah satu kalimat yang bisa saya ambil dari perkataan seorang sastrawan Indonesia Pramodya Ananta Toer. Melihat fakta sekarang memang banyak seperti itu, ada seorang orator yang jago berbicara di khalayak umum, namun saat berhadapan mengenai penulisan (baca: jurnalistik) ia mati, jika dilogikakan ia hidup dimasanya, namun ia mati/hilang di kemudian, sungguh miris (bukan).

Namun, tidak ketika kita mempelajari mengenai jurnalistik, dalam media kertas, catatan kecil, dan juga layar laptop, kita bisa menuangkan ide dan gagasan lalu mengirimnya lewat pos ataupun e-mail ke media-media pers hingga menjadi abadi, walaupun kita mati ia akan tetap hidup, “ingatlah, bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras dari dalam kubur” itu yang dikatakan Tan Malaka yang juga seorang penulis .

Pada pukul 21.35 WITA yang bertepatan dengan hari sabtu tanggal 18 November 2017, seorang senior, sekaligus guru dalam hal ke-jurnalistik-an saya yang bernama lengkap Muhammad Syukri,SH datang di Badan Eksekutif Kampus (BEM) , hal yang tidak biasa, karena beliau bisa dikatakan orang yang sibuk, namun dalam dinginnya hawa dan gelapnya malam ia hadir bagai lentera pembuka cakrawala berpikir, (mungkin) alasannya Cuma 1 ia ingin melihat adik-adiknya berkembang dan mekar di dalam rutinitas keabadian.
    
Melirik ke zaman milenial sekarang, yang viral dengan “zaman now”-nya, kerap kali para pemuda/I mengisi waktu luang mereka di malam minggu ini, dengan cara-cara yang kurang produktif, contohnya saja tiduran dirumah dengan terus-terusan main hape, balap-balapan, dan bahkan perkelahian, dan ini tentunya sangat tidak dianjurkan. Berbeda dengan kebanyakan itu, Mahasiswa FAI UNASMAN melakukan sebuah perubahan besar, paradigm masyarakat mengenai anak FAI itu ialah hanya bisa ber-ceramah, ngaji, adzan dan lain sebagainya mengenai keagamaan. Namun, kali ini diharapkan anak FAI mampu mengabdikan diri ke rutinitas ke abadian, menulis (baca:jurnalistik). Tutur kak syukri

Selama lebih dari 1 jam, beliau duduk dihadapan kami, membahas hal-hal dasar tentang ke-jurnalistik-an, satu demi satu secara sistematis dan juga dengan bahasanya yang mudah dimengerti. Ditengah-tengah Sharing, Ahmadi yang sekarang telah menginjak semester 3 Fakultas Agama Islam (FAI) merasa tergugah akan penjelasan beliau, dan ia pun dengan antusiasnya mengangkat sebuah pertanyaan.

Ahmadi: “Kak apa bedanya esaai sama opini?” Tanya-nya sambil tersenyum
Kak Syukri: “bedanya essai itu adalah bentuk prosa dek, karangan bebas dari sudut pandang penulis namun dibumbui sastra, sedangkan opini itu pendapat seorang penulis dek, namun berlandaskan dengan data yang ada” jawabnya singkat padat dan jelas.

Selepas dari pembahasan materi beliau, kak sukri-pun langsung mengajak kami untuk mem-praktek-an apa yang telah kami dapat selama 1 jam itu. dan dengan antusiasme kami, kami pun melaksanakan-nya sesuai dengan motto FAI Sami’na wa Atha’na. selama lebih dari 30 menit kami mencari inspirasi dan mengangkatnya dalam tulisan dan pada akhirnya selesai.

Mulai dari straight news, essai, feature, kami mem-praktekkannya, seperti pada tulisan ini, saya membawa tekhnik penulisan feature.

Setelah beliau, menerima tulisan-tulisan kami, beliau berpesan kepada kami satu hal, “bahwa hargailah karya seseorang”. Dalam dialog saya dengan beliau, saya menarik kesimpulan bahwa ke khawatiran beliau adalah bahwa jangan sampai kami tidak menghargai hasil karya orang lain, koran-koran yang menjadi hasil karya seorang yang susah payah ditulisnya kita injak-injak menjadi keset atau apa-lah sejenisnya, dan itu pesan beliau kepada kami untuk terus berproses namun tetap saling menghargai.
 
Tag : polman
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : MUH WAHYU HIDAYAT

Mahasiswa FAI Universitas Al Asyariah Mandar

ARTIKEL TERKAIT
Duh, Malam Minggu Sejumlah Remaja Ditangkap Menghisap Lem
Cegah Peladang Berpindah, Kades Patambanua Cetak Sawah Baru
HUT Korem 142 Tatag ke 53, Kodim 1402 Gelar Baksos
Jalin Silaturrahmi, Kapolres Polman Kunjungi Kampus IAI DDI
Menyambut Pembentukan KIP Provinsi Sulawesi Barat
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
    Catatan :
No Ads, No Spam, No Flood please !
Mohon tidak menulis iklan, spamming dan sejenisnya.
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 661,354

web server monitoring service RSS